Kamis, 07 Maret 2013

ANALISIS SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI TPS KOTA MALANG


Berdasarkan pemilahan dan penimbangan 1/8 sampah dari satu gerobak di TPS Playground, diperoleh hasil sebagai berikut:

No.
Jenis Sampah Rumah Tangga
Berat sampah (gram)
1
Sampah organik (wortel, sayuran hijau)
2250
2
Sampah kertas
800
3
Sampah kain
500
4
Sampah kantong plastik
200
5
Sampah plastik bungkus makanan (snack)
50
6
Sampah mika
50
7
Sampah styrofoam (gabus)
5

Jumlah gerobak yang masuk ke TPS dari jam 06.00 - 08.00 (2 jam) berjumlah 15 gerobak. Jumlah TPS yang ada di kota malang, yaitu 73 TPS. Setelah jumlah sampah dikonversi (berat sampah (gram) x 8 x jumlah gerobak x jumlah TPS seluruh kota Malang) maka kita dapat memperkirakan berat sampah diseluruh TPS kota Malang yaitu sebesar 33.769.800 gram (~33,8 ton) dengan rinci sebagai berikut:

No.
Jenis Sampah Rumah Tangga
Berat sampah (gram)
1
Sampah organik (wortel, sayuran hijau)
19.710.000
2
Sampah kertas
7.008.000
3
Sampah kain
4.380.000
4
Sampah kantong plastik
1.752.000
5
Sampah plastik bungkus makanan (snack)
438.000
6
Sampah mika
438.000
7
Sampah styrofoam (gabus)
43.800

Dengan melihat data di atas bahwa berat sampah yang dihasilkan di seluruh TPS kota Malang per hari sangatlah banyak, sehingga perlu adanya upaya untuk memperlakukan atau mengelola sampah tersebut. Sampah tersebut dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik.

A. Sampah Organik
Sampah organik (sayuran, daun, sisa makanan), dapat kita manfaatkan sebagai kompos yang dapat bermanfaat dalam pertanian. Berat sampah organik beradasarkan penghitungahn matematis adalah 19.710.000 gram di seluruh TPS kota Malang. Diharapkan setiap rumah tangga dapat membuat kompos sendiri untuk dimanfaatkan sebagai pupuk. Apabila setiap rumah tangga di Malang sadar akan lingkungan, lalu mereka mengelola sampah organiknya sendiri menjadi kompos, maka dapat dipastikan sampah organik di TPS kota Malang akan berkurang.
Sampah organik pada hakikatnya tidaklah menjadi masalah yang begitu riskan pada keramahan lingkungan, tidak seperti halnya pada sampah anorganik, karena sampah organik akan terurai oleh dekomposer dalam jangka waktu yang relatif singkat. tetapi kalau kita tidak bisa mengolahnya maka sampah organic tersebut akan mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap. Sedangkan untuk sampah anorganik, membutuhkan penanganan bijak baik dalam pembuangan maupun mengelolanya.
Berikut ini adalah uraian mengenai sampah anorganik pada TPS Playground.

B. Sampah Anorganik
1. Sampah Kertas
Jika kita lihat pada TPS Playgroud, prediksi matematis berat sampah kertas mencapai 800 gram, sedangkan berat sampah pada TPS di seluruh kota Malang adalah 7.008.000 gram. Untuk sampah kertas, dapat didaur ulang menjadi kertas lagi dengan proses pembuatan pulp (bubur kertas) terlebih dahulu. Pulp yang sudah siap, diolah dengan bahan-bahan penolong seperti perekat damar, kaolin, talk, gips, kalsium karbonat, tawas aluminium, kertas bekas, zat warna dan lain-lain, untuk kemudian diproses menjadi kertas, melalui mesin pembentuk lembaran kertas, mesin pengeras dan mesin pengering. Apabila kita mempunyai sampah kertas, kita bisa memilah-milah kertas tersebut berdasarkan jenis kertas, kemudian menjualnya (menimbang) pada penjual kertas.
Selain itu, jika memang kita mempunyai kertas bekas (sampah kertas) dapat digunakan sebagai bahan kerajinan tangan, seperti patung, asbak, celengan, kotak pensil, topeng, gelang dan kalung, lukisan, maket, kotak tissue, figura, dan sebagainya.
Gambar 1. Contoh Kerajinan Figura dan Patung Berbahan Kertas

Yang harus kita lakukan dan pertimbangkan:
·         Usaha kita pribadi untuk mengurangi sampah kertas, yaitu dengan mengurangi penggunaan kertas atau menggunakan seperlunya (menghemat) karena kertas itu bahannya adalah dari kayu hutan. Sekitar 70% bahan kertas adalah menggunakan kayu dari hutan. Tanpa sadar kalau perilaku boros kertas itu ternyata turut membantu laju pengurangan hutan (deforestasi). Setiap 15 rim kertas ukuran A4 itu akan menebang 1 pohon. Setiap 7000 eksemplar koran yang kita baca setiap hari itu akan menghabiskan 10-17 pohon hutan. Dalam satu hari ada berapa jutaan lembar kertas yang dipakai oleh orang Indonesia, dan ini artinya ada jutaan pohon hutan yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan itu.
·         Padahal seharusnya untuk menjaga hutan kita, setiap 3 pohon yang dikonsumsi, 5 pohon baru harus tumbuh sebagai penggantinya. Hemat Kertas itu Berarti Peduli Hutan”.

2. Sampah Kain
Berdasarkan hasil observasi dan penghitungan matematis, berat sampah di TPS Playground adalah 500 gram, sedangkan berat sampah kain di seluruh TPS di kota Malang adalah 4.380.000 gram. Apabila sampah kain perca sebanyak itu dibuang ke lingkungan, maka akan merusak lingkungan kita, karena kain adalah bahan anorganik. Hal yang paling bijak adalah dengan menggunakan sisa atau perca kain menjadi barang yang lebih berguna. Sampah kain dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan perca, seperti keset, alas piring, kain pel, kemucing, lukisan perca, bros, boneka, kalung atau gelang kain, sarung tangan dapur, clemek, bunga, dan sebagainya.

http://ciyuesouvenir.com/wp-content/uploads/2012/10/bros-perca-P-6.jpg
Gambar 2. Contoh Kerajinan Berbahan Kain Perca.
Keset, Sprei, Taplak, dan Bros

Yang harus kita lakukan dan pertimbangkan:
·         Mengumpulkan kain perca yang sudah tidak digunakan untuk dijadikan sebagai barang yang lebih berguna, misalnya kain pel, keset, dan sebagainya.
·         Tidak membakar sampah kain karena mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan terutama kesehatan paru-paru.
·         Kita harus mempertimbangkan apabila kita punya hobby memakai baju yang berganti-ganti atau mengoleksi baju. Mengoleksi baju artinya memperbanyak jumlah kain yang akan menjadi sampah nantinya.

3. Sampah Kantong Plastik
Berdasarkan hasil observasi dan peghitungan matematis, berat sampah kantong plastik di TPS playground adalah 200 gram, dan berat sampah kantong plastic di TPS seluruh kota Malang terhitung 1.752.000 gram. Untuk kantong plastik (kresek) dapat dilelehkan kemudian menjadi plastik lagi, selain itu, dapat menjadi menjadi barang yang berguna seperti celengan plastik, torso, asbak, tas, patung, dan mainan anak-anak.
Kantong plastik (kresek) berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk tempat atau wadah makanan. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dan lain-lain. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Ini menjadi peringatan bagi kita, bahwa selain tidak ramah lingkungan, penggunaan plastic juga membahayakan bagi kesehatan kita.
http://images.thatapang.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/RmjGBwoKCnIAAAfmKjs1/Kresek%20bag%201.jpg?et=HqrTpZRdwuNn%2CjPIG2H%2Brwhttp://i01.i.aliimg.com/img/pb/648/564/286/286564648_950.jpg
Gambar 3. Contoh Kerajinan Berbahan Plastik.
Tas Plastik dan Torso


Yang harus kita lakukan dan pertimbangkan:
·    Kita seharusnya tidak menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap karena berbahaya bagi kesehatan.
·    Untuk mengurangi produksi buangan kresek, maka kita dapat menggunakan tas sendiri, misalnya pada saat berbelanja kita menggunakan tas belanja, sehingga kita tidak perlu menerima kantong plastik setiap berbelanja.
·    Kita harus sadar bahwa plastik akan terurai di alam dalam waktu 200 – 400 tahun. Semakin kita sering menghasilkan sampah plastik, kita akan semakin merusak alam”.

4. Sampah Plastik Bungkus Snack
Plastik merupakan sampah yang mencemari lingkungan dan tidak bisa terurai di tanah walaupun lebih dari jangka waktu 500 tahun sekalipun. Coba kalian bayangkan 10 sampai 20 tahun kedepan  jika 438.000 gram per hari sampah plastik yang memenuhi kota Malang. Untuk itu perlu adanya ide-ide kreatif untuk menyulap sampah-sampah plastik bungkus makanan atau detergen tersebut menjadi berbagai mavam barang yang bagus, unik, serta bernilai ekonomis tinggi. Salah satunya adalah dengan membuat tas-tas yang berbahan bungkus-bungkus plastik seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4. Agar menjadi barang yang memiliki estetika yang bagus maka seorang pengerajin harus pandai dalam memadukan warna-warna bungkus makanan yang sangat beragam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxi10gxHtZoHTXBT-TDB3p-5ULmq-oIOyucCUwYmSXbS8nifsWxMDUVCRXK7V5936uv08RRD8Rg23QFfD-j7u6JICXJB9K49I7jI_qQAnRAEc564r4jGaIdjTmeN8QY1CUbWqxKdHHcx7z/s1600/daur+ulang+plastik1.jpg                                                                                                                                    











Gambar 4. Contoh Kerajinan Berbahan bungkus Plastik makanan yang dijadikan tas, dompet, dll.

Yang harus kita lakukan dan pertimbangkan:
·         Kita dapat menempatkan sampah pada tempat sampah yang sudah di kategorikan misalkan tong sampah untuk sampah kering dan tong sampah untuk sampah basah. Hal ini dapat memudahkan pemulung dalam memilah sampah sehingga dapat didistribusikan ke pengumpul sampah dan disalurkan ke pengerajin. Upaya tersebut tentunya diharapkan dapat menekan banyaknya angka sampah bungkus makanan per hari yang ada di kota Malang.

5. Sampah Mika
Mika juga merupakan sampah anorganik yang sulit diuraikan oleh organisme tanah. Berdasarkan pada hasil perhitungan diperkirakan sampah mika yang ada di kota Malang tiap harinya yaitu 438.000 gram. Jika hal ini di biarkan terus menumpuk maka pada jangka panjang dikhawatirkan akan menjadi bahan pencemar lingkungan. Untuk itu perlu juga ada upaya untuk menekan angka banyaknya sampah per hari yang di hasilkan kota Malang, yaitu dengan membuat kerajinan-kerajinan tangan yang terbuat dari mika misalkan aksesoris bros kupu-kupu dan soufenir seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpBoTqeaqwLS4mmrO7ecbd2AsHRdkinf1vN4fXKPL6XZLJEjCEVZr2X39LuOk6h6pn2_nSMjRxTnucBIWEZ7masg0y6t5laNgykhST3Dwmb3MHgKoOJ5Pgm6wT_K8Dh9PRHpLKccne_fA/s400/penganten+mika.jpg
 
Kerajinan Kupu-kupu dari Bahan Mika by Toko Gabe Handicraft











Gambar 5. Contoh Kerajinan Berbahan mika yang dijadikan aksesoris bross dan souvenir.

6. Sampah Styrofoam
Berdasarkan hasil observasi dan penghitungan matematis, diperoleh perkiraan berat sampah styrofoam di TPS Playground 5 gram, dan berat sampah styrofoam di TPS seluruh kota Malang adalah 43.800 gram. Berat 43.800 gram untuk styrofoam dapat dibayangkan betapa banyaknya tumpukan styrofoam tersebut. Jika tidak diperlakukan dengan bijak, maka styrofoam akan merusak lingkungan karena kandungan bahan kimia dan sifatnya yang akan terurai setelah 200 - 400 tahun.
Seperti halnya plastik, styrofoam adalah jenis sampah yang tak mudah terurai di tanah. Meski menjadi musuh bagi lingkungan, styrofoam tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Namun, sampah styrofoam ini ternyata masih bisa dipakai sebagai bahan baku batako yang ramah lingkungan. Batako berbahan baku styrofoam memang belum sepopuler batako biasa yang mudah ditemukan di toko material. Maklum, belum banyak orang yang mengenal dan tahu manfaat dari batako styrofoam. Bahan baku styrofoam juga lebih unggul dibandingkan dengan semen karena dalam styrofoam terkandung banyak serat. Ini membuat fondasi bangunan yang menggunakan styrofoam lebih kuat. Batako jenis ini disarankan sebagai bahan material rumah agar bangunan lebih kokoh.
http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2011/04/batako-styrofoam.jpg?w=600










Gambar 6. Contoh Kerajinan Berbahan styrofoam yang dijadikan batako.



Yang harus kita lakukan dan pertimbangkan:
·    Kita harus mengurangi penggunaan Styrofoam, misalnya bungkus makanan berbahan Styrofoam. Sebaiknya menggunakan tempat makanan seperti Tupperware dan sebagainya, sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak merusak lingkungan.
·    Sebaiknya di Malang ada pengumpul Styrofoam untuk dijadikan batako berbahan Styrofoam. Sehingga masyarakat ataupun pemulung bisa menjualnya pada pengumpul tersebut sehingga Styrofoam tidak tercecer dimana-mana di lingkungan dan akhirnya merusak lingkungan.
·    Kita harus ingat bahwa alam kita akan bersahabat dengan kita jika kita tidak merusaknya. Mati atau lestari, kita yang tentukan”.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar